Puasa Dan Kesehatan Lahir Batin

Hampir tak satu pun kewajiban ibadah dalam Islam yang luput dari hikmah maupun manfaat lahiriah, demikian halnya dengan puasa. Ibadah puasa tanpa diragukan lagi sangat bermanfaat ditinjau dari segala segi. Apalagi jika ditinjau dari segi kesehatan. Banyak para ahli kesehatan yang telah mencoba untuk mengungkap rahasia dibalik puasa ini, namun baru sedikit sekali rahasia yang dapat mereka ungkap.

Hal yang telah umum dikenal didunia kesehatan bahwa aktivitas puasa merupakan salah satu terapi bagi kesembuhan suatu penyakit, yang teryata telah dikenal beratus-ratus abad yang lampau. Bedanya, barangkali, orang terdahulu maupun sekarang yang tidak atau belum beriman-Islam, melakukan puasa tersebut bukan karena dilandasi kesadaran dan ketaatan kepada Alloh SWT tapi hanya sekadar ritual proses terapi yang harus dilalui. Dari sinilah kenapa para pandeta Nasrani selalu berpuasa. Menurut mereka, puasa merupakan obat mujarab dalam menyembuhkan penyakit. Bahkan, Plato maupun Socrates pun konon tak luput dari membiasakan diri berpuasa sepuluh hari dalam setiap bulannya. Alasanya, menurut mereka, sebagai ekspresi penyucian pikiran.

Untuk itulah paling tidak dengan hikmah dari sisi kesehatan saja, maka kesadaran dan keimanan kita untuk melaksanakan perintah Alloh SWT untuk menjalani puasa Ramadhan akan semakin kokoh dan kuat sehingga akan teguh menjalankan syariat-Nya. Karenanya kekhawatiran dari sebagian kaum muslimin, yang terkadang terlontar dalam bentuk pernyataan bahwa dengan puasa Ramadhan akan membuat tubuh lemah, tidak bergairah, kehilangan motivasi serta pemikiran negatif lainnya akan hilang dan tidak laku sebagai alasan pembenaran untuk tidak puasa. Karena memang itu semua tidak berdasar sama sekali. Maha benar Allah dengan firmanNya dalam QS Al-Baqaroh : 216: “….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. Subhaanallah! Itulah sebabnya mengapa Imam Syafii pernah mengatakan bahwa kullu fi’lillaah bil hikmah –setiap perbuatan Allah pasti mengandung hikmah.

Para Ahli Membuktikan…

Beberapa penelitian medis, sebagaimana diungkapkan oleh Muazzam dan Khaleque (Journal of Tropical Medicine 1959) dan juga oleh Chassain dan Hubert (journal of Physiology, 1968), yang menunjukkan bahwa tidak ada perubahan kadar unsur kimia dalam darah orang berpuasa selama bulan Ramadhan. Kadar gula darah memang menurun lebih rendah daripada biasanya pada saat-saat menjelang magrib, tetapi tidak sampai sama sekali membahayakan kesehatan. Begitu pula kadar asam lambung yang akan meningkat pada saat menjelang magrib di hari-hari pertama puasa, tetapi selanjutnya akan kembali menjadi normal.

Dengan demikian puasa Ramadhan kira-kira 14-17 jam (tergantung musim dan letak geografis) dari terbit fajar hingga terbenam matahari ternyata tidak berpengaruh terhadap kesehatan, yang justru lebih besar manfaatnya bagi kesehatan ketika kita berpuasa sebenarnya adalah justru niat dan kemauan untuk menahan nafsu. Sebagaimana arti dari puasa (shaum) itu sendiri, yakni menahan.

Para Dokterpun Mengakuinya

Ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa mereka yang sedang marah, baik yang dipendam maupun dinyatakan, sedang “panas hati” oleh sebab apa pun, atau sedang dilanda rasa tidak sabar, akan meningkat kadar hormon katekholamin dalam darahnya. Hormon katekholamin ini akan memacu denyut jantung, menegangkan otot-otot, dan menaikkan tekanan darah. Semua itu, jika dibiarkan berlangsung lama, akan membahayakan kesehatan dan mempercepat proses ketuaan. Sungguh puasa memberikan manfaat untuk mengobati berbagai penyakit kulit, hal ini disebabkan karena dengan puasa maka kandungan air dalam darah berkurang, maka berkurang juga kandungan air yang ada di kulit. Hal ini berpengaruh pada:

  1. Menambah kekuatan kulit dalam melawan mikroba dan penyakit-penyakit mikroba dalam perut.
  2. Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit yang menyebar di sekujur badan seperti sakit psoriasis (sakit kulit kronis).
  3. Meminimalisir alergi kulit dan membatasi masalah kulit berlemak

Organ-organ tubuh terdiri atas jaringan - jaringan yang merupakan kumpulan dari sel yang sejenis. Ada berbagai sel dalam tubuh manusia, antara lain sel darah, sel tulang, sel saraf, sel otot, dan sel lemak. Sel-sel tersebut mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Ketika menjalani puasa, organ-organ tubuh manusia menjadi rileks sehingga sel-sel tersebut mengalami peremajaan. Sel-sel baru yang terbentuk ini akan menggantikan sel-sel yang sudah usang atau tua.

Niat dan kemauan menahan nafsu, rasa marah, rasa tidak sabar, atau rasa panas hati ketika sedang berpuasa, akan mencegah terjadinya peningkatan kadar hormon katekholamin dalam darah. Efek inilah yang sebenarnya lebih besar pengaruhnya terhadap kesehatan dalam pengertian yang positif, karena ia akan menghindarkan seseorang dari efek buruk akibat kadar hormon kelompok katekholamin yang meningkat secara berlebihan ketika orang marah, kesal, panas hati, dan tidak sabar.

Sabda rasulullah saw: "Bila salah seorang dari kalian berpusa maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan aib, dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah "aku berpuasa"."(HR Bukhari)

Para dokter sepakat bahwa puasa merupakan salah satu cara membersihkan tubuh dari lemak-lemak berpenyakit maupun dari makanan yang tidak bermanfaat di dalam tubuh..Tubuh, selain membutuhkan konsumsi makanan, juga perlu dibersihkan dari berbagai zat kimia yang akan merusak anggota tubuh itu sendiri. Saat berpuasa, tubuh mengalami detoksifikasi secara alami. 'Absen' nya makanan yang biasa masuk ke dalam perut, membuat organ-organ tubuh seperti hati dan limpa 'membersihkan diri'. Racun-racun yang dibuang pun 10 kali lebih banyak. Karena racun yang dikeluarkan lebih banyak dari biasanya, maka proses penuaan bisa di 'rem' untuk sementara. Itulah sebabnya bila kita melakukan puasa dengan benar, wajah kita tampak lebih berseri. Puasa juga dapat meningkatkan daya serap makanan, yakni meningkat dari 35% hingga 85%. Bahkan puasa juga menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh,yakni zat yang bersifat asam dalam darah akan dikurangi dan dijaga agar alkalinya tetap lemah sehingga keduanya tetap seimbang. Sedangkan jika tidak berpuasa hal ini akan sulit dicapai.

Di luar bulan Ramadhan pun, ahli kesehatan sekaliber Ibnu Sina (980-1037 M), seorang dokter Muslim kenamaan pada masa itu, menerapkan konsep ini dimana ia selalu mengharuskan setiap pasien yang datang kepadanya untuk berpuasa selama tiga minggu (tentunya diikuti dengan niat liLlahi ta’ala, karena Alloh semata). Bagi Ibnu Sina, puasa merupakan terapi efektif dan murah-meriah dalam menyembuhkan penyakit pasien-pasiennya. Bahkan di zaman modern sekarang ini, seorang dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin asal Amerika, Robert Partolo, menyepakati bahwa tradisi mengosongkan perut dan menahan hawa nafsu yang berasal dari ajaran Islam, ternyata setelah diterapkan kepada pasien-pasienya merupakan terapi mujarab dalam memberantas bakteri sifilis yang terkandung di dalam tubuh mereka. Dengan berpuasa, lanjutnya, bakteri tersebut akan digantikan dengan zat-zat yang menyehatkan. Begitu pula dokter lain, Bernard Mackpadan, yang juga pakar biologi berkebangsaan Amerika bahkan meyakini puasa merupakan cara jitu dalam memberantas setiap penyakit yang tidak bisa disembuhkan terapi yang lain.

Puasa Cocok Untuk Siapapun

Bagaimana halnya dengan ibu hamil dan menyusui, apakah diperbolehkan menjalani ibadah puasa???.Ooooo jangan salah! Pada masa kahamilan dan menyusui, faktor psikis merupakan hal yang amat penting bagi kesehatan sang bayi atau janin yang sedang dikandung. Dengan berpuasa, berarti seseorang berusaha mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan kedekatan seseorang kepada Allah inilah yang akan memberikan ketenangan jiwa. Selain itu salah satu manfaat puasa jika ditinjau dari segi medis adalah dapat mencegah pertambahan berat badan yang berlebihan selama masa kehamilan.

Bagi yang mampu menjalankan puasa, hal itu baik sekali bagi mereka. Dengan selalu menjaga susunan gizi pada saat berbuka puasa dan sahur, maka kebutuhan bayi dan janin akan supply makanan dapat tetap terpenuhi dan terjaga.

Pada dasarnya ibu hamil atau yang sedang menyusui bisa saja berpuasa jika mereka sanggup. Artinya, mereka tidak merasakan lemas badan yang berlebihan. Tetapi jika tidak demikian keadaannya, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Karena Alloh SWT pun memberikan keringanan kepada hambanya yang merasa berat menjalani ibadah puasa. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa wanita hamil dan menyusui termasuk dalam kelompok orang-orang yang difirmankan Allah : "... Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin ..." (QS. Al-Baqaroh:184)

Sedangkan bagi mereka yang mempunyai penyakit maag, jika masih ringan, biasanya ibadah puasa justru akan menyembuhkan karena pola makan menjadi teratur. Puasa juga memberikan kesempatan pada kelenjar pankreas untuk istirahat. Pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak dikumpulkan di dalam pankreas. Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hal ini hingga akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabets. Sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap diabetes ini di seluruh dunia dengan mengikuti "sistem puasa" selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Metode semacam ini telah mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabetes tanpa menggunakan obat-obatan kimiawi.

Puasa punmencegah "Penyakit Orang Kaya", penyakit nacreous yaitu yang disebabkan karena kelebihan makanan dan sering makan daging. Dan akhirnya tubuh tidak bisa mengurai berbagai protein yang ada dalam daging. Di mana darinya akan menyebabkan tumpukan kelebihan urine dalam persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar di kaki. Dan ketika persendian terkena penyakit nacreous, maka ia akan membengkak dan memerah dan disertai nyeri yang sangat. Dan terkadang kadar garam pada air kencing berlebih dalam darah, kemudian ia mengendap di ginjal dan akhirnya mengkristal di dalam ginjal. Mengurangi porsi makan merupakan sebab utama bagi kesembuhan dari penyakit yang sangat berbahaya ini.

Sakit persendian adalah penyakit yang timbul karena berlalunya waktu yang panjang. Dengan hal itu maka organ-oragan tubuh mulai terasa nyeri dan sakit-sakitpun akan menyertai, dan kedua tangan dan kaki akan mengalami nyeri yang banyak. Penyakit ini terkadang menimpa manusia pada fase-fase akhir usianya, akan tetapi lebih khusus lagi pada usia antara 30 s/d 50 tahun. Dan masalah yang sesungguhnya adalah kedokteran modern belum mampu menemukan obat atas penyakit ini sampai sekarang. Akan tetapi percobaan ilmiah yang dilakukan di Rusia menegaskan bahwasannya puasa bisa menjadi sebab kesembuhan penyakit ini. Dan puasa bisa mengembalikan atau membersihkan tubuh dari hal-hal yang membahayakan. Puasa ini dilakukan selama tiga minggu berturut-turut. pada kondisi ini maka mikroba ataupun bakteri penyebab penyakit ini menjadi zat yang dibersihkan pada badan selama puasa. Percobaan ini dilakukan terhadap jumlah penderita penyakit tersebut dan ternyata memperoleh hasil yang menakjubkan

"Dan adaikan kalian mau berpuasa tentu itu lebih bagus bagi kalian jika kalian mengetahui."

Subhanallah.Demikianlah.. kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya melalui tarbiyah (pembinaan) agar dengannya manusia ditempa untuk memiliki jiwa yang unggul. Namun kebanyakan manusia tidak memahami kasih sayang Allah SWT melalui cara-Nya ini. Sekian banyak manusia berat menjalankan shoum (puasa) dengan dalil kesibukan dunia dan kenikmatan yang melenakan ini. Penelitian-penelitian ilmiah ini sekaligus di antara banyakhal yang membuktikan kebenaran Al Qur’an dan Risalah Islam yang diwahyukan Allah SWT lebih dari 14 abad silam. Wallohu a’lam bishshowwab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s